Sunday, September 30, 2012

Pastrad!

Jadi ceritanya hari ini gue "melancong" ke pasar tradisional untuk belanja kebutuhan makan hari ini dan besok. Semua ini dikarenakan nyokap lagi gak ada di rumah, dan di rumah gak ada siapa-siapa kecuali gue dan tukang sayur yang gak jualan hari ini. Not a big deal sih buat gue kalo cuma urusan belanja ke pasar, apalagi pasar tradisional. Dan gue mau ngasih beberapa tips sama kalian semua ketika berbelanja ke pasar tradisional.

Pertama, pakailah pakaian yang sesuai. Jangan salah sampai kostum. Ke pasar dengan menggunakan abaya renda ala Syahrini sangatlah menyusahkan untuk kalian. Pakai saja se-sederhana mungkin. Kaos oblong, celana (pendek bagi laki-laki, dan celana panjang bagi perempuan apalagi yang berhijab), juga sertakan sandal jepit saja lebih baik. Ingat, heels, wedges, stiletto, atau pump shoes sangatlah tidak disarankan. Kedua, jangan pakai perhiasan berlebihan. Karena kecil sekali kemungkinannya bahwa Anda akan bertemu teman arisan sosialita di pasar tradisional. Maka perhiasan sangatlah tidak dibutuhkan saat berbelanja ke pasar tradisional.

Ketiga, tawar! Ini merupakan hal yang paling penting. Hukumnya adalah fardhu 'ain. Yang ditawar adalah barang belanjaan, pastinya. Bukan penjualnya. Jika penjual menawarkan harga tertentu, tawarlah sampai 50% lebih murah dari harga pertama. Minimal 25%. Dan tips yang mengikuti dari tawar menawar ini adalah (terutama jika tidak berhasil menawar sesuai dengan harga yang kita inginkan) pakailah jurus 3P. Yakni, Pura-Pura Pergi. Niscaya penjual akan memanggil Anda untuk kembali dan bernegosiasi kembali mengenai harga, kalau sudah begini, biasanya kita yang menang. Dan kalau tidak berhasil juga, cara terakhir adalah pasang wajah memelas, kalau perlu berlutut sambil merengek, lebih baik jika dibubuhkan air mata walau hanya satu sampai dua tetes.

Yang terakhir, ucapkan terima kasih setelah berhasil mendapatkan barang yang kita mau. Anda segan kami sopan, begitu bukan?

Sekian tips berbelanja di pasar tradisional dari saya. Semoga bermanfaat.

Thursday, September 27, 2012

Trash or Treasure?


Sebagian orang menganggap kayu tersebut adalah sampah. Hanya sekumpulan kayu tua, layu, kering yang sudah tidak memiliki manfaat. Dibiarkan terbakar matahari sampai waktu yang tidak diketahui. Sampai kayu itu menyerah dan berubah menjadi abu. Tapi tidakkah kau sadar bahwa ada manusia yang untuk mendapatkannya harus menempuh perjalanan tak kurang dari 5 kilometer. Hanya demi seonggok kayu yang dianggap sampah oleh orang lain, tapi sebuah harta baginya.

Apa yang kita lihat belum tentu sama dengan yang mereka lihat, pun sebaliknya.


(Preachy, uh?)

Thursday, September 13, 2012

Surat kecil untuk Tuhan.

Tuhan, saya ingin menulis surat untuk-Mu.

Tidak yakin Kau membaca surat saya ini, tapi saya harap Kau berkenan untuk membacanya.

Tuhan, tahu tidak kalau di Indonesia, lebih tepatnya di rumah saya, Cilegon lagi musim nyamuk. Semua ini (sepertinya) disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan. Minggu lalu Ayah dan Ibu saya pergi ke Jakarta (sampai hari ini masih di Jakarta) jadi saya kebagian jatah buang sampah ke TPS. Tuhan tahu tidak apa yang saya lihat? Sampah. *yaiyalah, masa Justin Bieber*. Sampahnya numpuk Tuhan. TPS rumah saya terletak di pinggir sungai, dan karena tidak turun hujan untuk waktu yang lama, sampahnya menutupi semua permukaan sungai. Itu bikin banyak nyamuk Tuhan. Badan saya bentol-bentol semua lho karena digigit nyamuk. Gak perlu aku tunjukkin kan, Tuhan?

Maka dari itu Tuan, aku mau Engkau menurunkan hujan. Di Cilegon, di seluruh daerah yang kekeringan. Tapi jangan banyak-banyak ya Tuhan hujannya. Nanti keebanjiran. Cukup sudah bencana banjir untuk negaraku ini Tuhan.

Yang kedua, aku mau Ayah cepat sembuh Tuhan. Untuk yang satu ini, tidak perlu cerita panjang lebar, pokoknya aku mau Ayah saya cepat sembuh. Berikan keluarga kami yang terbaik, Tuhan.

Sudah segitu dulu suratnya.

Saya harap Kau berkenan membacanya.

Dari Hamba-Mu yang selalu berusaha menjadi Makhluk yang baik di mata-Mu.
Dan (Insya Allah) selalu mencintai-Mu.

Danu

Thursday, September 6, 2012

Lovely Wedding




This wedding is just too lovely for words. Sigh of love.

Instagram-ing