Thursday, September 13, 2012

Surat kecil untuk Tuhan.

Tuhan, saya ingin menulis surat untuk-Mu.

Tidak yakin Kau membaca surat saya ini, tapi saya harap Kau berkenan untuk membacanya.

Tuhan, tahu tidak kalau di Indonesia, lebih tepatnya di rumah saya, Cilegon lagi musim nyamuk. Semua ini (sepertinya) disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan. Minggu lalu Ayah dan Ibu saya pergi ke Jakarta (sampai hari ini masih di Jakarta) jadi saya kebagian jatah buang sampah ke TPS. Tuhan tahu tidak apa yang saya lihat? Sampah. *yaiyalah, masa Justin Bieber*. Sampahnya numpuk Tuhan. TPS rumah saya terletak di pinggir sungai, dan karena tidak turun hujan untuk waktu yang lama, sampahnya menutupi semua permukaan sungai. Itu bikin banyak nyamuk Tuhan. Badan saya bentol-bentol semua lho karena digigit nyamuk. Gak perlu aku tunjukkin kan, Tuhan?

Maka dari itu Tuan, aku mau Engkau menurunkan hujan. Di Cilegon, di seluruh daerah yang kekeringan. Tapi jangan banyak-banyak ya Tuhan hujannya. Nanti keebanjiran. Cukup sudah bencana banjir untuk negaraku ini Tuhan.

Yang kedua, aku mau Ayah cepat sembuh Tuhan. Untuk yang satu ini, tidak perlu cerita panjang lebar, pokoknya aku mau Ayah saya cepat sembuh. Berikan keluarga kami yang terbaik, Tuhan.

Sudah segitu dulu suratnya.

Saya harap Kau berkenan membacanya.

Dari Hamba-Mu yang selalu berusaha menjadi Makhluk yang baik di mata-Mu.
Dan (Insya Allah) selalu mencintai-Mu.

Danu